Kamis, 15 September 2016

Laporan Uraian Proses Recovery Boiler



BAB III
URAIAN PROSES RECOVERY BOILER
1.      Data Technical di Recovery Boiler
1.1  Data Umum
-          Manufacturer                                                        A. Ahlostrom Corp. Boiler
Works, Varkaus Finland
·         Design Pressure                                               80 kg/cm2 G
·         Kapasitas, dry solids                                       903,9 TDS/D
·         Steam generasi                                                43 kg/sec (154,8 T/H)
·         Steam Pressure                                                65 bar
·         Suhu inlet Food Water                                    1380 C
·         Suhu Udara Luar                                            250

1.2  Heating Surface
·         Economizer                                               10500 m2
·         Bank Tube                                                 3900 m2
·         Super heater                                              3100 m2
·         Furnace Wall                                             1/33 m2

2.      Bagian-Bagian Boiler Pressure
Boiler yang dipakai PT Toba Pulp Lestari adalah boiler pipa  air dengan 2 drum yang dilengkapi dengan economizer dan superheater sebelah kanan dan sebelah kiri dari dinding furnace tersedia masing-masing 3 liquor spray gun yang posisinya kira-kira 6 meter dari dasar furnace.
Didalam dinding furnace mempunyai  3 jalur udara:
-          Primary air port                                         1,3 meter dari botton tube
-          Secondary air port                                     2,6 meter dari pipa dasar
-          Tertitary air port posisinya di atas spray gun dan tertitary air port hanya dibuat pada 2 posisi saja
-          Start up oil burners dipasang di atas primary air level
-          Start up oil burners terdiri dari 6 set (2 kanan, 2 kiri, dan 2 belakang) dengan kapasitas 500 kg/hr

3.      Sistem Pendistribusian Udara
Sistem ini terdiri dari primary air fan, secondary air fan, air preheater dan ducting. Primary combustion air supply dengan  fan dan di distribusikan di sekitar bagian bawah furnace, dan di blow ke dalam furnace melalui nozzle yang dilengkapi dengan burners, udara preheater berada berada di outlet fan yang berfungsi untuk menaikkan temperature sebelum memasuki furnace.
4.      Peralatan Sootblowing
Type sootblower adalah F 374 – 379 yang dapat maju mundur, soot blower berjumlah 25 buah.
-          11 buah di area superheater
-          6 buah di boiler bank
-          8 buah di economizer
5.      Peralatan Ash Handling
Alat untuk membawa abu berposisi di sebelah bawah economizer, selama sootblowing abu akan di transportasikan dan dikumpul di Mixing Tank.
6.      Peralatan Oil Burner
Boiler dilengkapi dengan oil burner untuk start up, shut down dan juga digunnakan untuk  menstabilkan pembakaran didalam furnace. Burner mempunyai type system-atomized yang mempunyai capsiitas 500 kg/hr setiap burner.
7.      Peralatan Black Liquor Burning
Sistem ini dilengkapi  dengan peralatan dibawah ini.
7.1  Mixing Tank
1 unit, 2300 mm Dia x 3610 mm H kapasitas 15 M3 dan dilengkapi dengan mixer.
7.2  Pompa Liquor Spray
2 unit , type cenrifugal capasitas 930 1/menit, head 30 m dan juga mempunyai variabel speed.
7.3  Liquor Heater
2 unit, direct  dan indirect
7.4  Liquor Guns
6 set, dimana pada ujung guns terdapat noozle



8.      Peralatan Green Liquor Handling
8.1  Dissloving Tank
1 unit, 7500 mm Dia x 680 mm H, 150 M3 capasitas dan dilengkapi 2 agiator,  dissolving tank mempunyai alat pembuang gas yang disebut vent pipe.
8.2  Pompa Green Liquor
2 unit, Type Centrifugal dan capasitas 1800 1/menit, head 30 m dilengkapi dengan variabel speed.

9.       Peralatan Flue Gas
9.1  Electostastic Precipitator (ESP)
1 unit, 2 chamber dengan capasitas 59,4 m3/s, ESP berfungsi untuk menyerap abu yang bercampur dengan flue gas yang akan dibuang ke atmosphire. ESP dapat menyerap abu 98,5 %.
9.2  Induced Draft Fan (ID fan)
2 unit type centrifugal variabel speed.
9.3  Stack
Alat pembuang gas
9.4  Ducting
Sebagai saluran gas yang dihubungkan ke stack.

10.   Interlock dan System Safety
10.1          Boiler Water Low Level
Sistem pengaman ini akan menutup semua bahan bakar ke boiler ketika drum level turun ke 175 mm dibawah normal water level.
10.2          Safety Valves
Untuk mencegah boiler over pressure yaitu apabila melebihi dari desain maka safety valves akan membuka
10.3          Furnace maximum pressure
Yaitu apabila pressure furnace diatas dari desain maka semua bahan bakar yang akan masuk ke boiler akan tertutp secara otomatis



10.4          Burner Interlock
Oil burner ini adalah semi otomatis dilengkapi dengan aotumatic igniton control dan shut down instrumen.
10.5          Emergency Shut Down
Di control room disediakan panel button shut down, dimana apabila ada kejadian dilapangan misalnya boiler bocor ke furnace maka dapat ditekan button emergency shut down.
10.6          Emergency Rapid Drain
Ini dilakukan dalam hal berbahaya, sebagai contoh terjadi ledakan di furnace yang disebabkan oleh masuknya air ke furnace, boiler dapat di draine selama 30 menit, hal ini dapat dilakukan secara otomatis dengan menekan emergency rapid drain di control room.
10.7          Sootblowing
Sootblowing dibuat secara automatic control room dan sootblower bekerja sesuai dengan sequence.
10.8          Control yang lain adalah
Drum level control, steam temperature, furnace draft dan aliran udara pembakaran.

11.  Steam dan Feed Water System
11.1          Uraian proses secara umum
Feed water dipompakan masuk melalui “Inlet Lower Header” Economizer no.1 dan dari Header ECO’1 masuk ke Lower Header ECO’2, kemudian dari Header masuk ke “steam attemperators condensors” yang akhirnya diteruskan ke steam drum.
      Steam attemperators condensors di tempatkan ditempat pararel diatas atap (roof). Boiler yang terhubungkan dengan dua pipa dari upper header ECO’2 dan dari condensor masing-masing bersambung lagi ke bagian sisi kiri dan kanan dari steam drum  boiler.
      Setiap condensor terdiri dari sebuah shell dangna feed water tube pada bagian atas (upper) dan sebuah buffer volume (volume penahan) pada bagian bawah. Saturated steam dari steam drum dikondensasikan dan masuk ke dalam buffer volume sebelum di injeksikan ke steam attemperation/flow feed water ke boiler di atur dengan feed water control valve yang menerima signal dari sebuah Three point control loop. Setelah air mengalir melalui ECO dan attemperation condensor air masuk ke steam drum melalui dua inlet nozzle yang dihubungkan oleh sebuah pipa distribusi yangberlokasi di bagian bawah steam drum. Dari steam drum air mengalir turun melalui dua buah down corner ke header-header dari furnace wall. Air bersirkulasi melalui furnace wall dari generating bank. Sebagian air akan  mengalami pengumpan dan uap itu masuk melalui collecting header dan naik ke steam drum dimana steam dipisahkan dari campuran steam dan air oleh cyclone dan scrubber dari steam drum. Campuran steam dan air dipisahkan di dalam cyclone dengan adanya gaya centrifugal, air keluar dari shell cyclones dan selanjutnya dikeluarkan melalui sebuah “control opening” pada bagian cyclones. Setelah dari cyclones steam kemudian masuk ke primary separator yang ada terpasang di atas setiap cyclones dan akhirnya lewat melalui sebuah main scrubber yang berlokasi pada bagian atas didalam steam drum.
      Steam saturated dari steam drum dijadikan superheated steam oleh adanya flue gas dari furnace melalui empat kelompok tube banks yaitu melewati secondary superheater yang berlokasi pada bagian pertama yang dilalui ole arah aliran flue gas, kemudian tertitary superheater dan selanjutnya melalui primary superheater no.2 dan secondary superheater no.2.
Steam masuk dari steam drum ke inlet Header primary superheater no.1, dan dipanasi di dalam superheater no.1 dan keluar pada outlet heater untuk lanjut masuk ke primary superheater no.2 melalui dua buah pipa yang terkoneksi, steam yang masuk ke kedua primary superheater ini adalah dengan arah berlawanan (Counter Flow Direction) dengan arah flue gas. Dari outlet header primary superheater no.2 steam lewat melalui  pipa eksternal masuk ke Inlet Header (secondary superheater), perpipaan ini diatur secara silang demi menjaga keseimbangan temperatur dan flue gas, superheated steam dari secondary superheater selanjutnya masuk ke tertitary superheater dan akhirnya dari tertitary superheater keluar ke pipa main steam untuk mengontrol steam temperatur, spray attemporator berlokasi dan berhubungan di antara primary superheater no.2 dengan secondary superheater dan diantara secondary superheater dan tertitary superheater pada secondary dan tertitary superheater steam mengalir dengan arah yang pararel dengan flue gas.
Tujuan desain aliran pararel ini adalah untuk mencegah pembongkaran (exposing) pipa-pipa  yang sama akibat pengaruh “heat radiasi”yang tinggi pada furnace pada bagian atas terhadap temperature steam yang tinggi dicapai didalam superheated pipa outlet. Jadi dengan desain ini dapat menjamin temperature metal akan dapat serendah mungkin main steam line mempunyai indicator pressure, temperatur dan flow yang juga dilengkapi dengan sebuah safety valve dan sebuah by pass valve yang kecil yang dapat digunakan untuk pemanasan main steam line sewaktu start-up. Start-up line dikoreksi dari main main steam line dan sekaligus juga exhaust safety valve di satukan dalm sebuah silencer diatas boiler analisis kwalitas steam dan air, dipasnag sebanyak 7 sampel taking untuk pengecekan Boiler Water dari steam drum, saturated steam, superheated steam dari main steam line, condensate dari setiap condensor, demin water ke daerator dan feed water, sample diambil dari setiap outlet cooler dimana medium pendingin dari cooler digunakan mill water. Boiler water sample harus mempunyai indikasi yang continue terhadap pH dan conductivity untuk mempertahankan kualitas steam dan air pada sistem, chemical harus ditambah di steam drum, Hydrazin di injeksi pada aliran feed water, unit ini dilengkapi dangan sebuah blow down tank yang menampung beberapa drain dari system, sperti boiler blow down, drain dari system, drain dari system, drain header dan drain sootblower.
11.2          Boiler Safety valve
Boiler ini dilindungi terhadap tekanan yang berlebih oleh 5 buah safety valve, yang pertama membuka sesuai dengan tekanan desain dari boiler dan yang terkahir membuka pada tekanan 3% diatas tekanan desain boiler. Safety valve main steam line mempunyai setting tekanan sebesar 6 bar diatas normal tekanan steam superheater demi menjaga supaya main steam safety valve lebih dulu terbuka dari steam drum safety valve.
11.3          Boiler Blow Down
Disamping mempertahankan sejumlah dissolved substance (partikel yang terlarut) yang di ijinkan pad boiler water adalah perlu untuk mengadakan blow dalam jumlah sedikit dari boiler water system yang bertujuan untuk membuang “suspended particler” seperti iron oxider ( Fe2O3), silica dan lumpur yang terbentuk akibatnya penambahan phospate dan juga dapat berfungsi untuk menghilangkan sisa kesadahan yang tinggi pada boiler water.  Flow dari CBD di atur oleh sebuah controller, Boiler water dikirim ke CBD tank steam yang terjadi pada saat adanya flashing untuk ke daerator. Condensate yang ada pada CBD tank didinginkan dengan air terlebih dahulu selalu di buang ke parit.
11.4          Steam Drum Level Control
Level steam drum yang konstan di pertahankan oleh adanya flow dari feed water. Pengukuran dari flow steam memberikan sebuah signal terhadap controller flow air, steam drum level controller mengatur level dari signal ini, kemudian flow dari feed water diatur oleh control valve pada feed water line. Boiler dilengkapi dengan alat pengaman low dan high level switch pada drum yang mana boiler akan trip apabila level jatuh dibwah normal (low-low-level) dan level jauh diatas normal (high-high-level), indicator yang disebutkan diatas mempunyai tanda alarm untuk level low dan level high sebagai tanda peringatan sebelum batas trip dicapai.
11.5          Control Temperature Steam
Temperature steam superheater biasanya dipertahankan oleh water attemperation (Desuperheater) diamna condensate di injeksikan melalui spray nozzle didalam 2 stage (tahap). Tahap pertama diantara primary superheater dengan secondary superheater dan pada tahap  kedua diantara secondary dan tertitary superheater. Spray nozzle posisinya terletak pada bagian tengah “venture section” diman steam mengalir melalui nozzle dan mengabsorbsi kabut air dari hasil injection yang akhirnya mengalir melalui venture yang kemudian mengalami campuran yang sempurna. Untuk menghindari pengaruh dari solid content seperti silica dan garam-garam lain, kualitas feed water dijaga dengan sesuai standart. Karena adanya perbedaan tekanan antara steam drum dengan nozzle yang disebabkan oleh penurunan tekanan pada koneksi perpiaan dan superheater, air akan ditekan kedalam spray nozzle dengan bantuan control valve yang dapat mengontrol tekanan secara akurat. Setiap control valve mempunyai by pass lengkap dengan manual valve dimana tujuannya kalau control valve rusak maka steam temperature dapat diatur dengan by pass. Pada tahap kedua jumlah dari condensate diatur sedemikian rupa untuk menjaga temperature outlet dari tertitery superheater sesuai dengan set point yang diinginkan. Setiap sisi dari superheater mempunyai control loop yang dapat mencegah ketidakseimbangan aliran steam dalam pipa, pada tahap pertama temperature outlet secondary superheater dikontrol dengan cara yang sama, cuma hanya dapat digunakan selama menaikkan kondisi dan selama start-up apabila superheater sudah bersih. Temperature steam attemperator perlu diingat supaya selalu setidak-tidaknya 2800 C diatas tempearture steam saturated demi mencegah kerusakan pipa akibat adanya thermal shock yang disebabkan terjadinya steam basah.
11.6          Kualitas Boiller Water dan Feed Water
Standar kualitas yang diberikan dibawah ini adalah standart yang diijinkan dan harus dibandingkan dengan indikasi yang didapat terutama pada start-up. Feed water juga harus dianalisa Ph, Fe dan Oxygen dan bila perlu dianalisa silicanya.
Standart kualitas feed water yang diijinkan adalah sebagai berikut
-          Secara visual                                       Bersih dan bening
-          pH pada 250 C                                     9,1- 9,6
-          Oxygen (O2)                mg/kg              max 0,03
-          Iron (Fe)                      mg/kg              max 0,02
-          Copper            (Cu)                mg/kg              max 0,005
-          Silica (SiO2)                mg/kg              max 0,02
-          Conductivity               ms/m                max 0,02
Dissolved solid masuk kedalam steam disebabkan oleh kelarutan dari solid didalam steam atau air mengalami penurunan, kelarutan daripada solid yang dapat larut didalam steam dan air tergantung kepada tekanan dan temperature, solid atau substance yang paling banyak terdapat adalah steam saturated biasanya dapat mengendap didalam superheater dan pad turbin blade,  apabila steam yang diproduksi mempunyai temperature yang rendah akibat adanya carry over.
Untuk memperkecil masalah-masalah diatas berikut ini kualitas Boiler water yang diijikan.
-          Secara manual                                     Bersih dan bening
-          Ph pada 250                                         0,5- 10,5
-          Conductivity               ms/m                max 3,0
-          Sodium (Na)               mg/kg              max 4,0
-          Silica (SiO2)                mg/kg              max 4

Saturated steam quality
-          Fe                                ppm                 0,02
-          Cu                               ppm                 0,003
-          SiO2                             ppm                 0,02
-          Na                               ppm                 0,1
-          Conductivity               ppm                 0,2

12.                        Air combustion system
12.1          Uraian umum Air Combustion System
Kebutuhan udara untuk pembakaran Heavy Black Liquor dan bahan bakar solar di supply melalui 3 unit Forced Draft Fan yang diberi nama: Primary, Secondary dan Tertitary Forced Draft Fan (FDF). Udara dimasukkan dari FDF melalui air port/winbox. Udara dari primary FDF dan dihembuskan menuju primary, secondary dan tertitary winbox. Udara dari primary FDF dihembuskan menuju primary air ducting yang terpasang di sekliling dinding luar dari furnace yang selanjutnya didistribusikan ke setiap winbox. Udara dari secondary FDF di heembuskan menuju secondary air duct ring yang terpasang disekeliling furnace yang selanjutnya didistribusikan ke setiap lubang winbox melalui pengaturan masing-masing damper air port. Secondary air port berada pada level sekitar 4 meter diatas furnace floor dimana pada setiap load tersebut dihubungkan start-up burner. Udara dari tertitary  air fan dihembuskan menuju tertitary air duct ring yang terpasang pada dinding luar furnace bagian depan dan belakang. Udara primary dan secondary dipanaskan terlebih dahulu pada masing-masing air heater sebelum didistribusikan ke air duct ring dan udara tertitary akan didistribusikan langsung tanpa pemanasan.
12.2          Pengontrolan udara pembakaran
Flow udara primary, secondary dan tertitary diukur dengan flow meter dan dikontrol dengan pengaturan inlet dumper pada masing-masing fan. Tingkat pembagian dari total flow udara pembakaran yang didistribusikan ke setiap level air port diseimbangkan sedemikian rupa agar tercpai pembakaran yang sempurna. Dengan pengaturan udara ini diharapkan pembakaran didaerah primary berlangsung tekanan dibawah atmosphire, agar reaksi pembentukan Na2S dapat sempurna dan pada temperature yang pantas didaerah smelt bed (charbed) bagian bawah furnace sementara pada level secondary pemberian udara akan menyempurnakan pengeringan black liquor sebelum terbakar sekaligus membantu pembakaran oleh udara primary dan tertitary. Pemberian udara tertitary akan menyempurnakan pembakaran black liquor dari daerah level primary dan secondary. Biasanya untuk beban pembakaran yang lebih tinggi pada total solid black liquor dibutuhkan pemakaian udara tertitary yang lebih banyak.
12.3          Combustion Air Heater (Pemanas Udara Pembakaran)
Jika memasukan udara pembakaran kedalam furnace melalui primary dan secondary air fan terlebih dahulu dipanasi pada steam coil air preheater primary dan secondary coil preheater yang mana keduanya mempunyai desain yang sama yaitu setiap heater mempunyai dua tahapan. Pada tahapan pertama udara pembakaran dipanasi dengan steam Low Pressure (3 bar) dan selanjutnya dipanasi dengan Medium Pressure steam untuk mendapatkan udara sampai 1500 C. Pada air preheater udara masuk secara vertikal, sementara condensate yang terjadi didalam finned tube akan keluar melalui pipa horizontal yang mempunyai kemiringan tertentu sehingga lebih mudah keluar dari finned tube. Condensate yang terjadi pad bagian medium pressure dari setiap air heater akan di transfer kesebuah medium pressure condensate receiver tank dengan adanya gaya gravitasi dan condensate receiver tank ini akan dipertahankan oleh sebuah vent kecil pada bagian atas tank yang selanjutnya dihubungkan ke medium pressure steam system.

13.                         Flue Gas System
Flue gas terbentuk akibat adanya pembakaran dari bahan bakar black liquor atau fuel oil dimana flue gas ini akan tertarik melalui superheater bank, generating bank, economizer bank, dan electrostatic precipitator oleh dua buah Induced Draft Fan (IDF). Tujuan pengontrolan pressure dari furnace adalah untuk menjaga tekanan didalam bagian atas furnace tetap konstan. Pengontrolan ini terjadi oleh adanya sigal dari furnace pressure indicator yang mengatur speed putaran ID fan yang membalance pressure didalam furnace didalam boiler.
            Recovery boiler ini dilindungi terhadap tekanan yang sangat tinggi apabila terjadi sebuah pressure switch dimana primary dan secondary air fan akan trip dengan sendirinya apabila terjadi tekanan furnace yang sangat tinggi. Untuk tekanan furnace yang sangat rendah juga dapat membuat ID fan trip dengan sendirinya. Karena itu furnace pressure controller dan precipitator outlet duct pressure indicator mempunyai informasi alaram untuk low dan high yang di set ke normal press untuk memberikan aba-aba dan memberikan tindakan mencegah boiler trip. Pada proses pembakaran black liquor didalam furnace charbe yang terbentuk selain berubah menjadi smelt juga dapat mengahsilkan senyawa sodium dan senyawa sulfur yang berbentuk abu dimana abu akan diolah kembali ke proses pembakaran.

14.                        Oil Burner System
14.1          Uraian umum oil burner
Recovery boiler tidak dapat di start pada keadaan dingin dengan balack liquor secara langsung, jadi boiler harus dipanasi sekaligus menaikkan tekanan dengan menggunakan start-up burner yang banyaknya ada 6 unit. Apabila pembakaran balck liquor sudah berjalan maka start-up burner harus berada pada keadaan stand by. Untuk mengatasi jika ada terjadi gangguan tiba-tiba pada pembakaran black liquor ataupun kemungkinan gangguan-gangguan lain yang dapat mempengaruhi ke
kelancaran produksi. Start-up burner tempatnya berada didaerah secondary air duct dan udara pembakaran di supply oleh secondary air fan serta dilengkapi dengan gas igniters untuk membantu mempermudah start.
14.2          Fuel Oil System
Fuel oil system dirancang bertujuan untuk dapat mensupply  bahan bakar minyak (fuel oil) pada temperatur dan tekanan yang tepat. Pada setiap burner berikut ini akan diuraikan fuel oil system  fdan componen yang ada pad system terebut.
a.       Thermometer untuk local indikasi temperature oil
b.      Pressure gauge untuk local indikasi tekanan oil
c.       Mempunyai pompa oil pada posisi pararel yang dilengkapi dengan filter/strainer
d.      Pada outlet setiap pompa dilengkapi dengan masing-masing sebuah pressure gauge untuk indikasi pressure outlet
e.       Main pressure control loop berfungsi untuk mengontrol tekanan di outlet
f.       Main oil header yang dilengkapi dengan safety shut-off valve
g.      Flow meter dengan kapasitas yang maximum
h.      Pressure control valve yang sanggup mengontrol secara akurat tekanan oil burner
i.        Sebuah low pressure switch untuk dapat mengontrol burner apabila tekanan oil yang rendah terjadi pada oil header pressure
j.        Sebuah high pressure untuk dapat menginterlock burner pada saat start terjadi tekanan yang tinggi pada oil header pressure
k.      Temperature dan pressure gauge indication.
14.3          System udara pembakaran
Burner terletak didalam secondary air register, setiap burner terpisah, flow udara pembakaran dikontrol secara manual dengan damper yang ada pad burner. Setiap burner dipasang sebuah pressure gauge sebagai indikasi tekanan udara dan sebuah pressure switch untuk interlock burner pada tekananan yang rendah.
14.4          System Atomazation steam terhadap oil
Sebagai steam atomazation untuk bahan bakar solar pada burner digunakan steam medium pressure yaitu untuk dapat memperoleh tekanan kira-kira 6-7 bar. Komponen utama yang terdapat pada sistem atomazation ini adalah:
a.       Pressure gauge yang menunjukan besarnya tekanan
b.      Pressure control valve yang berfungsi untuk mengatur tekanan
c.       Steam trap arrangment yang terletak diujung pipa steam atomazation.
14.5          Buner Design
Jumlah burner yang digunakan di recovery boiler ada sebanyak 6 unit dengan tipe start-up burner yang berlokasi pad daerah secondary air port dengan menggunakan solar sebagai bahan bakar dan steam medium pressure sebagai media atomazation (steam pengabut), udara ke burner dapat diatur oleh air dumper didalam burner, dimana dumper tersebut tidak harus tertutup kalau burner dalam keadaan stop karena burner juga perlu pendinginan. Burner ini juga dilengkapi dengan sebuah barrel register (drum pengatur panas). Burner juga mempunyai gas fired igniter yang dipasang didalam register udara. Igniter pada keadaan “in service” hanya sewaktu light-off secara automatically ketika trial igniter time untuk burner telah habis kemudian burner juga dipasang sebuah sliding gate untuk menutup lubang dari igniter dan melindungi igniter sewaktu tidak beroperasi.
14.6          Pengoperasian Burner
Adapun prosedur pengoperasian dari setiap burner dilaksanakan seperti berikut:
a.       Diperiksa burner air register dan dibersihkan kalau perlu
b.      Dipasang burner gun yang bersih, selanjutnya disambungkan selang oil dan selang steam (flexible hose)
c.       Masukkan burner gun
d.      Kemudian di manual valve  untuk oil automizing steam dan ignition gas
e.       Dibuka igniter door
f.       Diatur tekanan udara register didalam burner
g.      Kemudian ditekan tombol “Burner start” pada local control box (setelah ditekan maka akan menyala setelah 30 detik kemudian)
h.      Ditekan sambil menahan “Igniter start”, pada local expansion (apabila tombol diaktifkan maka valve dari igniter gas akan terbuka dan igniter transformer diaktifkan selama 5 menit
i.        Diperiksa igniter flame dengan melihatnya melalui Inspection Glass
j.        Dibuka manual safety shut off valve oil
k.      Dilepaskan tombol “Igniter Start” pada expansion box
l.        Ditutup igniter door
m.    Dibersihkan lubang udara dari burner pada interval waktu yang sama selama adanya pengoperasian burner.
14.7          Prosedure Shut down Burner
a.       Dibuat posisi dari Three way valve
b.      Ditekan tombol “Burner Stop” pada local control box
c.       Ditunggu kira-kira 1 menit
d.      Kemudian dibuat posisi Three way valve pada fire position
e.       Ditutup manual valve untuk oil  automizing steam dan Ignition gas
f.       Kemudian ditarik burner gun
g.      Diatur tekanan udara didalam burner untuk suatu kondisi yang diinginkan
h.      Selanjutnya ditarik keluar oil gun dan dibersihkan nozzlenya.

15.                         Black Liquor System
15.1          Uraian secara umum
Mixing tank menerima balck liquor yang berasal dari HBL storage tank dengan sedikit resikulasi aliran black liquor dari spray gun dan ash hopper. Mixing tank dilengkapi dengan sebuah vertikal agitator, yang mempunyai dua Impeller dan pipa perforated horizontal yang dipasang pada bagian bawah dari mix tank dimana pipa ini dapat digunakan untuk memanasi black liquor didalam mix tank dengan steam medium pressure (12 bar). Mixing tank ini juga dilengkapi sebuah strainer plate yang berfungsi untuk menyaring balck liquor sebelum masukke pompa. Untuk memanasi black liquor sebelum masuk ke spray gun terlebih dahulu dipanasi didalam direct dan indirect heater.
15.2          Liquor Sprayer (Spray Gun)
Black liquor ke furnace disemprotkan melalui 6 buah spray gun, dan ini diposisikan 3 setiap sisi, kanan dan kiri kandungan air yang ada dalam black liquor sebagian akan di uapkan sewaktu black liquor jatuh (disemprot) menuju charbed dan udara secondary yang panas pada proses pembakaran didalam furnace. Area penyemprotan dari osscilating spray gun dapat divariaskan dengan merubah panjang dari gun dan spray gun akan berubah lip angel (sudut lidah dari spray gun) dari nezzle apabila area penyemprotan harus dinaikan, misalnya karena rendahnya dry solid dari black liquor sehingga pembakaran normal tidak dapat dinaikan spray gun dengan memperpanjang leher (gun) dari spray gun tersebut. Level area penyemprotan dari spray gun juga dapat diatur dengan menaikkan atau menurunkan gun dengan cara yang sama seperti diatas dan besarnya area penyemprotan dapat dikurangi dengan memutar ujung rod. Dalam mempergunakan lip angel (sudut lidah dari spray gun) harus dipilih dengan hati-hati untuk dimensi furnace yang sesuai, karena untuk furnace yang lebih lebar dan lebih besar penggunaan lip angle dari spray gun yang terlampau kecil dapat menyebabkan masalah pembakaran pada dinding tempat spray gun yang berlawanan dan kalau lip angle yang telampau besar akan menyebabkan masalah pada dinding spray gun yang sejajar sehingga menimbulkan carry over. Pergerakan ossilasi dari spray gun tidak boleh terlampau lebar dan temperatur dibagian pengeringan tidak boleh terlampau tinggi pada ruang pembakaran, karena dapat mempengaruhi atau menimbulkan terjadinya penguapan dari senyaw alkali dan charbed. Tekanan penyemprotan yang tinggi akan menyebabkan butir-butir penyemprotan yang kecil sekali, sehingga dapat menyebabkan kemungkinan carry over dan penempelan deposit didaerah bagian dalam boiler.
      Temperature penyemprotan black liquor yang terlalu rendah akan menyebabkan kurangnya distribusi yang merata sehingga akibatnya black charbed (charbed yang gelap). Karena itu kondisi pembakaran yang diinginkan adalah pembakaran black liquor yang mempunyai tekanan dan temperatur yang stabil.  Tekanan penyemprotan dari black liquor yang mempunyai viksositas yang tinggi dibutuhkan tekanan penyemprotan yang lebih tinggi.
Catatan:
-          Setiap melakukan penggantian spray gun (ossilasi spray gun) harus selalu mematikan terlebih dahulu motor ossilasi spray gun dan kemudian menutup manual valve yang berada di depan control valve, jangan menutup control valve dan yakinkan bahwa valve itu dalam keadaan tertutup selama adanya pergantian selanjutnya dan di cek gasket spray gun dan kuni coopling wellnya.
-          Setelah selesai penukaran spray gun kemudian dibuka manual valve dengan pelan-pelan untuk memeberikan waktu kepada ID fan untuk menaikkan kapasitas secara pelan-pelan.
-          Digunakan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, demi menjaga keselamatan sewaktu memasang dan membersihkan spray gun karena sewaktu-waktu dapat terjadi semburan api dari dalam furnace.

15.3          Green liquor system
Pada pembakaran balck liquor didalam furnace unsur-unsur organik pada  black liquor akan terbakar dan unsur anorganiknya akan terbakar menjadi dalam bentuk smelt, ini mengandung bahan kimia seperti Na2CO3 dan Na2S, smelat yang terjadi ini terurun mengalir kedasar furnace melalui celah-celah gundukan charbed dan dari dasar furnace akan mengalir turun ke dissolving tank melalui smelt spout dimana smelt ini akan dilarutkan dari recaustizing untuk diproses menjadi white liquor. Karena temperatur smelt yang terbentuk didalam furnace yang tinggi yaitu antara 850-9000C kemudian mengalir melalui smelt spout, maka smelt spout ini dilengkapi dengan pendingin air didalamnya untuk mencegah adanya overheating. Selanjutnya untuk menurunkan kebisingan dari ledakan yang akan terjadi apabila smelt jatuh dan berkontak langsung dengan permukaan larutan didalam dissolving tank maka sebelumnya smelt dipecahkan dalam bentuk butiran yang kecil dengan mempergunakan steam medium pressure (12 bar) yang arahnya langsung berlawanan dengan aliran smelt yang jatuh ke dalam dissolving tank dengan maksud yang sama green liquor juga disirkulasikan dan disemprotkan ke smelt yang jatuh didalam membantu mengurangi kebisingan yang disemprotkan mungkin terjadi. Density dari green liquor didalam dissolving  tank di  control dengan pengaturan dari flow weak wash dalam pipa yang terpisah masuk kedalam dissolving tank kurang. Maka dalam hal ini masih dapat digunakan air sebagai pelarutan bila diperlukan. Ada yang terjadi di dissolving tank yang terdiri dari campuran seperti udara, uap air yang terkontaminasi dengan abu dan senyawa sulfur dikeluarkan ke udara atmosfir melalui stack (cerobong). Untuk pengadukan green liquor yang merata didalam dissolving tank dipergunakan agitator. Dissolving tank ini juga dilengkapi dengan perpipaan untuk over flow, drain dan untuk inlet make up.

16.                        Soot Blowing System
16.1          Uraian secara umum
Dalam mempertahankan kebersihan pipa boiler seperti superheater, generating bank dan economizer sekaligus mempertahankan efisiensi penegporasian recovery boiler, soot blower mempergunakan sebanyak 25 set. 11 set di area Superheater, 6 set di area Boiler Bank, 8 set di area economizer,steam untuk soot blower di peroleh dari header primary superheater yang disupply melalui suatu line yang mempunyai sebuah motor driver shut-off valve, flow meter dan sebuah temperatur indicator. Kemudian dari steam supply line akan terbagi dua line steam. Yaitu satu line untuk setiap sisi boiler diaman setiap line steam yang terletak di sisi kiri dan kanan boiler masing-masing mempunyai sebuah pressure control valve dan drain station. Apabila tekanan steam pada soot blower turun dibawah set point maka sootblower sequncw akan stop dan soot blower yang sedang beroperasi akan ditarik kembali, kemudian apabila soot blower trip semua soot blower akan ditarik kembali dan main morized steam valve akan menutup secara otomatis. Apabila terjadi atau terbentuk deposit abu yang tebal didaerah permukaan pipa didalam boiler, maka perlu adanya dilakukan pembersihan pipa dengan cara pencucian air. Dengan melaksanakan pencucian dengan air sebuah flawe pada header soot blower di switch dan line soot blower di sambung ke line water wash tersebut. Sewaktu adanya pencucian atau water washing dengan soot blower, power ke setiap motor harus selalu pada posisi switch off karena kalau tidak soot blower yang lain juga akan ikut beroperasi selama water washing berjalan.

17.                        Smelt Spout Cooling Water System
Recovery boiler mempunyai 3 smelt spout yang posisinya pada bagian bawah dari furnace yaitu pada smelt opening dar furnace. Temperature dari smelt yang tinggi (850-9000) mengalir melalui smelt spout. Maka smelt spout perlu di dinginkan dengan air secara terus menerus yaitu yang di supply dari smelt spout cooling water system. Perlu diperhatikan bahwa smeltharus mengalir secara terus menerus melalui smelt spout, karena kalau aliran tidak lancar akibat adanya halangan dari smelt yang mengeras pada smelt spout (frozen smelt) maka kemungkinan akan dapat terjadi thermal shock. Untuk itu diperlukan pembersihan sesekali yang mengeras secara pelan dan hati-hati.



18.                        Feed Water System
Condensate dan deminerlized water di masukkan melalui sebuah pipa ke daerator, dimana didalam daerator ini oxygen dan gas carbon dioxide yang terdapat didalam deminerlized water akan dipisahkan dan kemudian dengan gas non condensable, gas akan di keluarkan ke atmosfir melalui sebuah pipa venting. Campuran dari gas-gas ini dipertahankan pada kondisi titik didih dengan cara mensupply steam low pressure (3 bar). Pada steam yang di supply diatur dengan sebuah control valve pada steam low pressure line, dimana control valve akan menerima signal dari sebuah pressure control loop yang akan mempertahankan yang diinginkan (ditentukan).

3 komentar:

  1. Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan konsultasi kepada Anda mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.

    Salam,

    (Tommy.k)

    WA:081310849918
    Email: Tommy.transcal@gmail.com

    Management

    OUR SERVICE
    Boiler Chemical Cleaning
    Cooling tower Chemical Cleaning
    Chiller Chemical Cleaning
    AHU, Condensor Chemical Cleaning
    Chemical Maintenance
    Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
    Degreaser & Floor Cleaner Plant
    Oli industri

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih buat infonya, sangat membantu sekali .

      Hapus
    2. bagaimana cara pembarakan pada furnace mengenai black liquor tersebut telah menjadi charbed dan agar menjadi smelt(lahar) kemudian akan diolah lagi. kira" kalor yg dibutuhkan berapa ya ??
      trima kasih.

      Hapus